Langsung ke konten utama



TEKNOLOGI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Pendahuluan
            Didalam kehidupan manusia zaman sekarang, teknologi dan informasi sangatlah berperan penting. Dapat dilihat dari adanya tehnologi informasi (TI) yang meraba seluruh kegiata diselruh lapisan masyarakat, seperti bidang social, politik, pedidikan dan masi banyak lainnya. Terdapat salah satu hal diantara banyak nya manfaat TI yang dapat kita rasakan, misalnya tehnologi internet. Dengan adanya teknologi internet memberikan kesempatan kepada setiap indovidu untuk dapat menyalurkan ilmunya ataupun untuk menambah ilmunya.
            Bimbingan dan konseling merupakan salah satu  komponen dalam pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi. Menjadi seorang konselor haruslah mempunyi kecakapan dalam penguasaan tekniologi informasi yang semakin terus berkembang. Konselor haruslah cakap dalam memanfaatkn teknologi dan informasi agar dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling secara modern sesuai dengan perkembangan zaman.
            Meskipun teknologi dan informasi sudah mengalami perkambangan yang cukup pesat, namun masih banyak sekali guru bimbingan dan konseling yang belum menguasai teknologi dan informasi sehingga tidak mengetahui peranan TI saat memberikan layanan bimbingan dan konseling.  Konselor yang belum menguasai teknologi dan informasi cenderung memberikan layanan secara konvensional dan memberikan kesan yang kurang menarik bagi peserta didik yang millenials. 

Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
            Teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling memiliki keterkaitan yang sangat erat saat memberikan layanan bimbingan dan konseling. Dengan berkembangnya teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan dalam berbagai hal, misalnya dapat mempermudah proses komunikasi, dapat menghemat waku, menghemat biaya dan masih banyak lainnya.
            Teknologi informai memiliki ciri utama yaitu untuk menyebarkan, memperoleh, mengolah atapun menyimpan berbagai informasi yang bermanfaat dan yang dibutuhkan. Sesuai dengan ciri-ciri TI, maka TI memiliki peranan penting didalam bimbingan dan konseling, seperti; merencanakan dan mempermudah serta merancang layanan bimbingan dan konseling. Memproses data terkait pelayanan bimbingan dan konseling, menciptkan aplikasi dalam membantu pelayanan bimbingan dan konseling, mengolah data pelayanan bimbingan dan konseling dan masih banyak lagi manfaat TI didalam bimbingan dan konseling.
            Proses konseling seperti ini merubah konsep utama proses konseling yaitu face to face, namun berubahnya konsep ini menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Dengan demikian Dengan demikian, keberadaan TI sangat dibutuhkan dalamnmendukung pelayanan bimbingan dan konseling. Kondisi tersebut juga diperkuat dalam konsep BK komprehensif dimana kedudukan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling masuk ke dalam berbagai layanan dalam bimbingan dan konseling. Ini berarti bahwa teknologi informasi menjadi salah satu sarana bagi terlaksananya layanan bimbingan dan konseling.

Metode Penggunaan TI dalam BK
Ø  Online
      Beberapa cara yang bisa digunakan antara lain adalah:
a.              Web Blog sebagai penyedia informasi bagi klien tentang segala hal yang dibutuhkan dalam mengembangkan dirinya.
b.              Website, sebuah situs web yang dirancang dan dibangun khusus untuk pelayanan konseling. Disini klien dapat melakukan prosedur registrasi dan mendapatkan layanan konseling yang lebih lengkap, serta didukung aplikasi lain, seperti email, chating, video conference, dan lain-lain.
c.              Social Media, sebuah aplikasi sosial media yang sangat popular seperti facebook dan twitter. Aplikasi ini dapat diakses dengan mudah dan murah melalui handphone yang terkoneksi internet. Disini dapat dimanfaatkan untuk layanan konseling baik individu maupun kelompok. Dengan memanfaatkan fasilitas aplikasi ini, dapat terjadi diskusi, sharing, berkirim pesan, chatting, dan membuat sebuah group atau forum tertentu. Konselor dapat menggunakannya secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan.
d.             Chatting/instan messanger, metode ini biasanya digunakan untuk konseling jarak jauh, berkirim pesan cepat dilengkapi dengan fasilitas video. Digunakan bagi memerlukan penanganan dengan segera namun terhalang jarak dan waktu. Contoh aplikasinya seperti mRC, Mig33, Yahoo Messanger, Skype, dan lain-lain.
e.              E-mail, surat elektronik karena media yang dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk menyampaikan aspirasi maupun curahan hati kepada konselor. Konseling melalui email sering disebut email therapy.
f.               Short Message Service (SMS), adalah media yang paling digemari karena semakin terjangkaunya perangkat yang dibutuhkan guna tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari klien pada konselor maupun sebaliknya.
g.              Telephone, sama seperti chatting media ini juga sering digunakan sebagai media konseling secara langsung terutama dengan mulai adanya teknologi video call yang dapat menampilkan ekspresi wajah siswa dalam konseling.
                                    
Ø  Offline
      Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan mode offline (tidak tersambung dengan ineternet maupun media komunikasi jarak jauh yang lain) lebih pada pemanfaatan komputer sebagai media pengolah data serta alat bantu dalam layanan bimbingan dan konseling mislanya dengan menggunakan beberapa program komputer seperti microsoft power point, video player dan beberapa media interkatif lain dalam melayani siswa. Selain itu, beberapa program pengolah data seperti micdrosoft excel dan microsoft access serta visual basic kini tersedia terutama dalam membantu konselor dalam menampilkan layanan yang prima terhadap klien.

Ø  Beberapa masalah yang mungkin timbul dan harus diwaspadai secara cermat antara lain:
1.        Isu-isu etika, yaitu hal-hal yang terkait dengan kode etik konseling yang harus ditaati oleh konselor maupun pihak lainnya. Hal-hal yang terkait dengan isu etika antara lain menyangkut: (a) keharasiaan; (b) Validitas data; (c) penyalah-gunaan komputer oleh konselor; (d) kekurang-pahaman konselor tentang lokasi dan lingkungan klien; (e) keseimbangan akses terhadap internet dan jalan raya informasi, (f) kepedulian terhadap privacy (kerahasiaan pribadi); (7) kredibilitas konselor.
2.        Isu-isu pengembangan hubungan konseling, yaitu isu yang terkait dengan hubungan antara konselor dengan klien secara tatap muka sebagai tindak lanjut dari konseling yang dilakukan melalui internet. Ada kalanya klien atau konselor merasa perlu adanya pertemuan tatap muka sebagai tindak lanjut dari interaksi melalui internet. Hal itu dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan konselor dan klien atau dapat diatur secara khusus.
                 Sehubungan dengan masalah sebagaimana dikemukakan di atas, konseling melalui internet dalam segala macam fiturnya, kurang tepat dilaksanakan dalam hal:
1.        Klien yang mengemukakan hal-hal yang bersifat sangat rahasia secara pribadi.
2.        Klien yang diidentifikasi mengalami kesulitan dalam kepercayaan hubungan.
3.        Konselor yang tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan layanan konseling maya.
4.        Tidak tersedia konselor yang memiliki kompetensi untuk layanan tatap muka.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dalam melakukan bimbingan dan konseling dengan menggunakan TI. Manfaat yang dimaksud dijelaskan sebagai berikut.
1.     Bagi klien sebagai subyek yang mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling :
a.           Memicu ketertarikan minat klien untuk memanfaatkan bimbingan dan konseling dengan penuh dukungan; minat, sikap, perhatian, motivasi, sehingga merasa betah untuk melibatkan diri dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan.
b.   Klien memperoleh kemudahan proses, efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan bimbingan dan konseling, karena dengan menggunakan media berbasis TI dapat dihindarkan kebosanan akibat monotonitas penerapan metode konvensional.
2.   Bagi konselor juga dapat memperoleh keuntungan dari penyelenggaraan bimbingan dan konseling berbantuan TI, yaitu:
a.  Menjadikan konselor sebagai pribadi yang terlatih, efektif dan efisisen dalam penggunaan informasi dan komunikasi (ICT).
b.     Menjadikan konselor sebagai pendidik yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan penggunaan ICT.
c.  Menjadikan konselor lebih terampil terhadap tren penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling.
d.  Menjadikan konselor memiliki kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber teknologi lain yang dapat dimanfaatkan dalam proses bimbingan dan konseling.
e.     Menjadikan konselor lebih tertarik untuk mengembangkan perencanaan penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling.
f.    Meningkatkan kemampuan evaluasi (assesment) terhadap efektifitas penggunaan media komputer dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling.


DAFTAR PUSTAKA
Eriyanti, Linda. (2012). Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling. Tersedia dihttp://lindaeriyanti.blogspot.com [11 Juni 2014]

Konseling, Bimbingan D A N, ‘M. Andi Setiawan, M.Pd* Dosen FKIP UM Palangkaraya 46’, 1 (1923)

(Petrus and Sudibyo 2017)Petrus, Jerizal, and Hanung Sudibyo. 2017. “Kajian Konseptual Layanan Cybercounseling.” 6(1): 6–12.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEGAS DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

BERSIKAP TEGAS Tidak dipungkiri bahwa banyak sekali diantara kita masih sulit dalam mengambil keputusan saat dihadapkan dalam beberapa situasi. dengan itu mari kita simak bagaimana cara agar kita dapat bersikap tegas dalam mengambil keputusan.  Apa itu bersikap tegas Tegas merupakan sikap yang harus dimiliki seseorang, dalam beberapa situasi sikap tegas sangat diperlukan bagi seseorang, bagaimana tidak,   saat kita dihadapkan situasi dimna kita harus mengambil keputusan jika kita tidak memiliki sikap tegas maka banyak hal-hal negative yang akan terjadi pada diri kita. ‘ bersikap tegas adalah memberitahu oranglain tentang sesuatu yang anda inginkan dan tidak anda inginkkan dengan cara yang lugas dan penuh percaya diri” - Sue Hadfield dan Gill Hasson dalam bukunya Cara Bersikap Tegas dalam Segala Situasi- Saat bersikap tegas kita juga harus memiliki etika, usahakan gunakan kata-kata yang halus agar seseorang dapat memahami keadaan kita. Dalam bersikap teg...